Jumat, 07 November 2014

SKK Migas Alirkan Gas Atasi Krisis Listrik Sumsel

"Nantinya akan ada amendemen perjanjian jual beli gas antara PLN, Medco, dan Pertamina." SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan menjaga pasokan gas untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Borang, Sumatra Selatan (Sumsel). Hingga 3 November 2014, pasokan gas untuk pembangkit itu berjumlah 14 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dari PT Pertamina EP dan 10 mmscfd dari PT Medco EP.

“Dengan demikian, krisis listrik di Sumsel bisa segera terselesaikan,“ kata Kepala Humas SKK Migas Rudianto Rimbono di Jakarta, Senin (3/10). Kepastian pasokan itu didapat setelah SKK Migas menggelar rapat koordinasi dengan Direktorat Jenderal Migas, PT PLN (persero), PT Pertamina EP, dan PT Medco E&P Indonesia.

Hal itu tindak lanjut permintaan PLN terkait dengan kerusakan di pembangkit listrik swasta (IPP) Asrigita yang menjadi penyebab krisis listrik di Sumsel.

“Nantinya akan dilakukan amendemen perjanjian jual beli gas antara PLN dan Medco serta PLN dan Pertamina EP,“ kata dia.
Untuk jangka panjang, sesudah berakhirnya kontrak perjanjian jual beli gas bumi yang ada saat ini, telah disepakati perjanjian antara Medco dan PLN untuk menyalurkan gas yang berasal dari Blok Lematang.

Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki mengatakan pasokan gas PLTG Borang yang berdaya 100 Mw telah memulihkan kondisi kelistrikan di wilayah Sumsel. “Listrik dari PLTG Borang sudah masuk sistem sejak Minggu (2/11) pukul 16.45 WIB dan sudah menormalkan kembali pasokan listrik di Sumsel,“ katanya.

Ia mengapresiasi upaya yang dilakukan Medco, Pertamina EP, dan SKK Migas, sehingga PLTG Borang mendapatkan gas. Sejak Jumat (31/10), terjadi krisis listrik di Sumsel akibat kerusakan pembangkit swasta PT Asrigita berdaya 150 Mw yang menyebabkan defisit pasokan listrik di Sumsel. Untuk mengatasinya, PLN memutuskan pengoperasian kembali PLTG Borang. Sejak 13 Oktober 2014 PLTG Borang berhenti operasi lantaran berakhirnya perjanjian jual beli gas bumi dari Blok South Sumatra Medco ke PLTG Borang.

Untuk itu, PLN menyampaikan permintaan pasokan gas agar PLTG Borang dapat beroperasi kembali hingga selesainya perbaikan IPP Asrigita. Perbaikan tersebut diperkirakan memakan waktu dua bulan. Berdasarkan koordinasi dengan SKK Migas, Ditjen Migas, dan PLN, Medco dan Pertamina EP telah menyalurkan gas ke PLTG Borang sejak 2 November 2014. (RO/Ant/E-4) Media Indonesia, 5/11/2014, halaman 18